Jangan dulu berharap lebih pada AC Milan

AC Milan menang lagi. Menang 2 kali beruntun pada pertandingan Seri A merupakan pencapaian tersendiri. Karena sejak Februari 2016 baru kali ini AC Milan bisa menang dua kali.

Oke kelihatannya sudah ada peningkatan, namun kalau dilihat dari statistik saya sendiri masih tidak terlalu berharap. Ada beberapa catatan yang membuat saya ingin AC Milan berpikir untuk melangkah per-pertandingan. Bukan berpikiran untuk menjuarai Seri A kembali.

Bacca masih belum dapat dukungan

Dari performa pertandingan sejak awal sampai dengan gol pertama Bacca terlihat seimbang dengan Lazio lebih membahayakan. Untung ada Donnarumma.

Gol Bacca dimulai oleh kesalahan Parolo, yang membuat Bacca mendapatkan ruang untuk mencetak gol. Gol tersebut satu -satunya tembakan yang dibuat oleh Bacca pada pertandingan itu.

Tidak menguasai pertandingan sepenuhnya

Walau menang dalam total penguasaan bola (52%:48%) namun sisi lain banyak dari AC Milan yang tidak dianggap menguasai pertandingan.

Total tembakan (17:20), jumlah umpan sukses (75%:76%), pertarungan udara (14:16) dan tendangan sudut (3:8) masih dibawah Lazio.

Niang masih belum efektif

Bacca sebagai penyerang yang sangat efektif dalam hal konversi tembakan dan gol. Hal itu banyak disebabkan karena dia kesulitan untuk mendapatkan bola yang bagus dari lini tengah atau penyerang sayap.

Niang sebagai penyerang sayap sering mendapatkan bola, namun lebih sering untuk menembak langsung ke arah gawang. Seharusnya bila tidak mendapatkan peluang yang bagus lebih baik diberikan kepada Bacca di tengah.

Dalam pertandingan menghadapi Lazio tersebut dari 17 total tembakan AC Milan, 8 tembakan adalah hasil dari Niang. Hampir setengah jumlah tembakan AC Milan berasal dari Niang. Bila itu bisa di konversi menjadi gol tentunya sangat bagus. Namun bila tidak akan terlihat sia-sia. Untungnya Niang masih bisa mencetak gol melalui titik penalti.

Pertahanan yang membaik namun perlu perbaikan

Kombinasi Romagnoli, Paletta serta penjaga gawang Donnarumma cukup membuat aman pertahanan AC Milan. Dua pertandingan tanpa kebobolan juga merupakan prestasi sendiri.

Catatan dari statistik terlihat ketika melakukan tackle dan intercept baru dilakukan ketika mendekati kotak pinalti atau didalamnya. Terlihat bahwa AC Milan tidak melakukan pressing  dari tengah lapangan ketika Lazio sudah mendapatkan bola. Itu yang menyebabkan Lazio bisa melakukan lebih banyak tembakan.

 


Pertandingan berikut akan melawan Fiorentina yang mempunyai kekuatan dalam bertahan. Tiga pertandingan terakhir di kandang sendiri Fiorentina tidak kebobolan. Di kandang sendiri Fiorentina dari 11 pertandingan, 10 pertandingannya tidak terkalahkan. Namun pada Januari lalu AC Milan berhasil menang ketika Fiorentina bertandang ke markas AC Milan.

Kita lihat perkembangan apa lagi yang dibawa Montella.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s